Setiap orang membutuhkan asuransi kesehatan. Biaya kesehatan bisa sangat membebani keuangan Anda, terutama bila Anda terkena penyakit kritis yang memerlukan pembedahan besar atau perawatan jangka panjang, atau membuat Anda tidak mampu lagi bekerja. Asuransi kesehatan dapat meringankan beban keuangan tersebut dengan cara:
- Memberikan santunan untuk mengkompensasi kehilangan pendapatan Anda selama dirawat di rumah sakit atau menjadi cacat
- Mengganti sebagian atau seluruh biaya medis selama di rumah sakit
- Memberikan uang tunai bila Anda terdiagnosis penyakit kritis tertentu atau menjadi cacat
Sayangnya, banyak sekali orang yang tidak terlindungi oleh asuransi kesehatan. Hal ini karena kebanyakan asuransi kesehatan diberikan melalui tempat kerja–baik tempat kerja sendiri, pasangan, atau orang tua. Asuransi kesehatan melalui pekerjaan (dikenal dengan sebutan “asuransi kesehatan kumpulan“) adalah yang paling populer karena menyediakan pertanggungan paling lengkap dan ditanggung sebagian atau seluruhnya oleh pemberi kerja. Bila Anda seorang wirausaha, karyawan perusahaan kecil, pekerja lepas atau paruh waktu, atau tidak bekerja sama sekali, Anda harus membeli sendiri asuransi kesehatan. Manfaat asuransi kesehatan yang ditawarkan kepada perorangan memang tidak selengkap yang ditawarkan kepada kelompok/kumpulan. Biaya rawat jalan, rawat gigi, melahirkan atau kaca mata, misalnya, biasanya tidak dijamin dalam asuransi kesehatan perorangan. Namun, bukankah lebih baik memiliki sebagian perlindungan asuransi daripada tidak sama sekali? Pilihan apa saja yang tersedia bagi Anda? Berikut adalah beberapa jenis asuransi kesehatan yang dapat Anda beli secara perorangan. Anda mungkin membelinya sebagai satu polis yang berdiri sendiri atau sebagai manfaat tambahan (rider) dari polis asuransi jiwa.
1. Asuransi rumah sakit dan pembedahan
Ya, Anda bisa membeli asuransi perawatan rumah sakit dan pembedahan secara perorangan. Namun, tidak seperti pada asuransi sejenis yang diperoleh lewat pemberi kerja, Anda harus menjalani proses seleksi risiko (underwriting) untuk dapat diterima sebagai peserta asuransi kesehatan perorangan. Beberapa perusahaan asuransi di Indonesia kini bahkan juga menyediakan manfaat asuransi rawat inap cashless bagi perorangan. Artinya, Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar biaya perawatan asalkan biaya dan jenis perawatan Anda masih dalam lingkup pertanggungan dan rumah sakit tempat Anda dirawat termasuk dalam jaringan rekanan perusahaan asuransi Anda. Untuk dapat memanfaatkan fitur cashless, Anda biasanya harus mendapatkan surat jaminan sebelum dirawat di rumah sakit yang dituju dan setiap tindakan medis/pembedahan harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari perusahaan asuransi. Asuransi ini membayar biaya kesehatan baik karena kecelakaan maupun penyakit, yang meliputi:
- Perawatan medis di rumah sakit
- Beberapa biaya yang terkait dengan pembedahan rawat jalan
- Konsultasi dengan dokter spesialis sebelum dan sesudah perawatan rumah sakit
- Pemeriksaan kesehatan dengan rontgen dan laboratorium
Karena mahalnya biaya perawatan rumah sakit, perusahaan asuransi membuat batasan-batasan manfaat agar premi tetap terjangkau. Batasan yang paling umum adalah maksimum klaim untuk setiap jenis penyakit/kecacatan dan biaya perawatan serta maksimum total untuk semua jenis klaim dalam setahun. Batasan-batasan tersebut dapat Anda lihat pada daftar manfaat (benefit schedule) yang diterbitkan perusahaan asuransi bersamaan dengan polis Anda. Selain menetapkan batasan maksimum klaim yang ditanggung, beberapa aturan berikut juga dapat diterapkan untuk membatasi manfaat:
- Deductible: seperti pada asuransi kerugian, Anda harus membayar sendiri sejumlah rupiah tertentu dalam setahun sebelum dapat mengklaim. Misalnya, biaya perawatan di bawah Rp1 juta per tahun harus dibayar sendiri, sisanya baru bisa dibayar perusahaan asuransi sesuai ketentuan.
- Co-Insurance/Co-Payment: co-insurance adalah pembagian persentase antara yang dibayar sendiri dan yang dibayar asuransi, co-payment adalah jumlah rupiah tertentu yang harus dibayar sendiri untuk setiap klaim, sisanya dibayar asuransi.
Polis asuransi kesehatan Anda juga dapat mengecualikan biaya perawatan yang terkait dengan penyakit tertentu seperti kondisi medis yang sudah ada sebelum berasuransi (pre-existing), penyakit bawaan atau perawatan tanpa indikasi medis. Anda juga mungkin harus melewati masa tunggu di mana semua biaya medis tidak dapat diklaim kecuali disebabkan oleh kecelakaan.
2. Asuransi tunai rumah sakit (hospital indemnity/hospital cash insurance)
Polis asuransi tunai rumah sakit membayarkan sejumlah uang tunai untuk setiap hari Anda dirawat di rumah sakit, misalnya: Rp500.000,- atau Rp800.000,-. Jumlah ini tidak terkait biaya aktual yang Anda bayarkan, yang mungkin di bawah atau di atas jumlah tersebut. Polis ini juga bisa digunakan sebagai penambah pertanggungan asuransi kesehatan yang Anda peroleh dari tempat kerja, bila cakupannya masih kurang dari kebutuhan Anda. Asuransi tunai rumah sakit dapat memiliki masa tangguh (deferred period), yaitu periode dari tanggal mulai sakit/kecelakaan sampai manfaat dapat dibayarkan. Artinya, manfaat tunai baru dapat dibayarkan setelah Anda dirawat di rumah sakit selama beberapa hari tertentu. Manfaat tunai juga hanya dibayarkan untuk jumlah maksimal hari tertentu dalam setahun atau selama masa polis. Dalam kasus yang belakangan, polis akan otomatis berakhir begitu Anda mencapai batas maksimal hari yang ditetapkan.
3. Asuransi penyakit tertentu/penyakit kritis (dread disease/critical illness insurance)
Polis asuransi untuk penyakit tertentu/penyakit kritis membayar sejumlah uang/lump sum bila Anda didiagnosis atau mendapatkan pembedahan pertama penyakit tertentu yang dijamin oleh polis. Manfaat asuransi hanya dibayarkan bila diagnosis dan pembedahan tepat sesuai dengan kriteria yang tercantum dalam polis. Namun, pembayaran manfaat tidak tergantung apakah Anda benar-benar dirawat atau mengeluarkan biaya medis. Definisi penyakit kritis tersebut dirinci dalam polis Anda, yang biasanya mencakup jenis-jenis penyakit mematikan seperti kanker besar, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, multiple sclerosis, dll.
Photo by: Extra Noise
Polis ini biasanya memiliki masa tunggu dari tanggal efektif polis sampai diagnosis atau pembedahan penyakit. Bila diagnosis atau pembedahan penyakit kritis terjadi pada masa tunggu, tidak ada manfaat yang dibayarkan.
4. Asuransi santunan kecacatan (disability income insurance)
Polis asuransi ini membayarkan sejumlah uang yang tetap setiap bulan sebagai pengganti pendapatan yang hilang karena Anda tidak dapat bekerja akibat kecelakaan atau penyakit. Biasanya santunan yang dibayarkan tidak melebihi 80% rata-rata pendapatan bulanan Anda. Tujuannya adalah untuk meringankan beban keuangan dan tidak untuk mengganti sepenuhnya penghasilan Anda sebelum cacat (agar Anda termotivasi untuk kembali bekerja). Definisi kecacatan bervariasi dari polis ke polis, yang dibagi dalam tiga kategori:
- Profesi sendiri (own-occupation). Ini adalah definisi paling longgar. Artinya, bila Anda tidak dapat mengerjakan pekerjaan substansial sesuai profesi Anda sebelum sakit atau kecelakaan, Anda dianggap cacat. Misalnya, bila Anda seorang dokter bedah dan Anda mengalami stroke yang membuat Anda tidak dapat bekerja sebagai dokter bedah (meskipun masih bisa bekerja untuk profesi lain, misalnya berceramah), Anda dianggap cacat.
- Pengganti penghasilan (income replacement). Mirip tetapi lebih sempit daripada definisi pertama. Kecacatan dalam polis ini didefinisikan bila Anda tidak dapat melakukan pekerjaan secara substansial dalam profesi Anda dan tidak bekerja pada profesi lain.
- Profesi layak (gainful occupation/any occupation). Definisi paling sempit. Anda disebut cacat bila tidak dapat bekerja secara substansial pada profesi Anda atau profesi lain yang layak sesuai pendidikan, keterampilan dan pelatihan Anda. Jadi, meskipun Anda tidak bekerja sesuai profesi sebelum sakit/kecelakaan dan masih menganggur, bila Anda sebenarnya dapat bekerja pada profesi lain sesuai kecakapan Anda, Anda tidak dianggap cacat.
Banyak orang berpendapat bahwa asuransi santunan kecacatan adalah jenis asuransi yang terpenting dari semua asuransi, lebih penting dari asuransi rumah, asuransi kendaraan, atau bahkan asuransi jiwa. Hal ini karena polis asuransi ini melindungi aset terpenting Anda yaitu kemampuan Anda mencari nafkah. Bagaimana pun, kemampuan Anda mencari nafkahlah yang membuat Anda memiliki mobil, rumah atau tabungan. Bila Anda adalah pengusaha, profesional, atau pencari nafkah utama, asuransi ini sangat penting bagi Anda. Polis asuransi santunan kecacatan dapat memiliki masa tangguh tertentu, yaitu periode dari tanggal diagnosis sampai santunan dibayarkan. Santunan baru akan dibayarkan bila Anda cacat terus-menerus melampaui masa tangguh. Santunan bulanan tersebut biasanya dibayarkan sampai 5 atau 10 tahun, atau sampai Anda berusia 60/65 tahun.
5. Asuransi perawatan jangka panjang (long term care insurance)
Polis asuransi perawatan jangka panjang membayarkan sejumlah uang tertentu setiap bulan untuk keperluan perawatan jangka panjang. Santunan ini dibayarkan bila Anda tidak dapat melakukan beberapa kegiatan rutin harian seperti mandi, mengenakan baju, makan, buang hajat, dan berjalan. Definisi kegiatan rutin harian berbeda antar polis asuransi. Santunan dapat diberikan untuk beberapa tahun tertentu atau seumur hidup, selama Anda masih memenuhi kriteria klaim. Dalam kasus apa pun, santunan akan berhenti dibayarkan bila jumlah kegiatan rutin yang tidak dapat Anda lakukan berkurang hingga jumlah minimum tertentu.
6. Asuransi perawatan kecelakaan
Polis asuransi perawatan kecelakaan hanya membayar biaya perawatan yang diakibatkan oleh kecelakaan. Bila perawatan disebabkan oleh penyakit, maka biayanya tidak ditanggung. Meskipun murah preminya, polis ini kurang memberikan nilai dibandingkan asuransi kesehatan yang lebih menyeluruh.

