Orang seringkali menyebutkan risiko sebagai penyebab Anda membutuhkan asuransi. Pendapat itu hanya separuh benar. Setiap orang memiliki risiko meninggal dunia, tapi tidak semua orang membutuhkan asuransi jiwa. Tanggung jawablah yang menyebabkan Anda membutuhkan asuransi. Bila Anda memiliki tanggung jawab keuangan yang akan menjadi beban orang lain setelah Anda meninggal, Anda “mungkin” perlu asuransi. Jika Anda punya hutang KPR, kartu kredit, atau pinjaman lain yang tetap harusdicicil bila Anda meninggal, maka Anda mungkin butuh asuransi. Jika Anda punya anak dan istri yang akan menjadi beban orang lain jika Anda meninggal, Anda mungkin butuh asuransi. Dikatakan “mungkin”, karena bila harta warisan Anda besar dan dapat menutup tanggung jawab itu, Anda tidak membutuhkan asuransi.
Photo by: Craig
Membeli asuransi harus rasional, jangan semata-mata karena perasaan. Agen asuransi Anda mungkin akan mengaduk-aduk rasa “sayang keluarga” agar Anda tergerak mengeluarkan kocek untuk membeli asuransi. Beberapa dari mereka sangat pintar melakukannya sehingga banyak orang membeli asuransi yang tidak dibutuhkan atau melebihi keperluan. Anda harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, rasa sayang dan tanggung jawab.
Seorang anak kecil yang belum memiliki tanggung jawab keuangan tidak memerlukan asuransi. Seberapa besarnya pun rasa sayang Anda padanya, dia belum perlu mengasuransikan dirinya. Ada produk asuransi yang disebut “juvenile insurance”, yang biasanya memberikan manfaat pembayaran menurut tonggak usia anak saat masuk sekolah (secara populer dikemas sebagai asuransi pendidikan). Dalam produk semacam ini, tertanggung adalah si anak. Bila anak meninggal dunia pada masa asuransi–naudzubillah min dzalik– maka orang tuanya akan mendapatkan santunan kematian. Menurut saya, ini adalah bentuk asuransi yang “kebablasan”. Pertama, risiko meninggal anak sangat kecil menurut statistik sehingga biaya asuransinya sangat murah dibandingkan yang dibebankan. Kedua, yang lebih penting, sang anak tidak memiliki tanggung jawab keuangan. Orang tuanyalah yang memilikinya. Bukankah justru bila dia meninggal dunia, tanggung jawab itu justru hilang? Buat apa santunan kematian yang diberikan?
Perusahaan asuransi tentu akan berkilah bahwa produk yang sama juga memberikan perlindungan terhadap pembayar premi (payor benefit). Artinya, bila orang tua sang anak meninggal dunia sebelum melunasi premi, maka asuransi menjadi bebas premi (waiver of premium). Sang anak akan mendapatkan semua manfaat yang dijanjikan tanpa harus membayar apa- apa lagi. Fitur inilah yang sebenarnya Anda butuhkan. Namun, anehnya, produk itu dikemas sebagai perlindungan tambahan (rider) sehingga Anda tidak dapat mengambil perlindungan payor benefit tanpa menempatkan sang anak sebagai tertanggung utama.
Contoh kasus lain: risiko kematian Anda meningkat seiring usia. Semakin tua Anda, semakin besar kemungkinan Anda meninggal dunia. Namun, bukan berarti kebutuhan asuransi Anda juga meningkat seiring usia. Pada tahap tertentu, ketika semua anak sudah meninggalkan rumah dan hidup mandiri secara layak, rumah Anda sudah terbayar lunas, dan investasi Anda dalam harta bergerak dan tidak bergerak lumayan besar, perlindungan asuransi jiwa yang dulu sangat Anda butuhkan kini tidak lagi begitu penting. Anda bisa mengurangi pertanggungan Anda dengan menebus beberapa polis yang Anda miliki. Uang yang Anda peroleh bisa Anda manfaatkan untuk membahagiakan diri Anda dan orang-orang yang Anda cintai selagi Anda masih hidup. Ingat, hidup ini singkat. Manfaatkan harta Anda sebaik yang Anda bisa. Terlalu berhati-hati membelanjakan harta sama buruknya dengan terlalu boros. Terlalu banyak memiliki perlindungan asuransi sama buruknya dengan kurang memiliki perlindungan. Sebaik-baik urusan adalah di tengah-tengah.


Saya beruntung karena memiliki beberapa pengalaman yang baik dengan asuransi. Sebagai konsumen asuransi tentu saja saya memasuki asuransi sebagai persiapan memiliki teman di kala bernasib malang. Ketika itu belum tentu sanak saudara dan teman-teman juga sanggup membantu secara finansial, karenanya berkawan dengan asuransi bisa sedikit membantu beban yang dipikul. Tentunya sebelum itu kita juga ikut memikul beban yaitu premi yang setiap bulan disetorkan kepada agen atau perusahaan asuransi.
Perkenalan pertama saya dengan asuransi adalah dengan asuransi Jiwa. Saat itu calon ibu mertua meninggal dunia, dan ternyata beliau meninggalkan sehelai asuransi Jiwa yang cukup membantu dalam menutupi biaya-biaya yang perlu dikeluarkan saat itu.
Merupakan pertanyaan penting bagi seluruh karyawan: apakah kita pernah berpikir tentang pensiun? Untuk dapat menjalani masa pensiun dengan baik, diperlukan persiapan, salah satunya adalah persiapan di bidang keuangan.
Dana 10 juta saat ini tidak akan sama dengan 10 jt masa pensiun, benar?
Para ahli menyatakan bahwa hal-hal yang mengancam pensiun itu jauh lebih serius daripada yang seringkali dipikirkan orang. Seperti masalah kesehatan, seperti diabetes, stroke dan gangguan jantung, merupakan ancaman yang berbahaya bagi para pensiunan.
Lebih jauh lagi, jenis investasi apakah yang cocok bagi Anda di masa pensiun? Dan jenis usaha apakah yang cocok untuk mengisi hari-hari pensiun Anda nanti?
Seberapa Pentingkah Asuransi Jiwa? Penting!! Karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, lakukan antisipasi dengan memiliki asuransi jiwa.
Bagaimana jika ‘SANG KEPALA KELUARGA” sakit? Bahkan meninggal tanpa meninggalkan harta namun meninggalkan seorang istri dan 2 org anak yang msh balita. Bagaimana nasib mereka? Kehidupan tetaplah harus dijalani, namun sang istri akan sangatlah kesulitan biaya untuk membesarkan ke dua anak-anaknya dan pendidikan mereka?
Jaga keluarga anda dari resiko di atas dengan memiliki Asuransi Jiwa. Jikalau keluarga tersebut – setidaknya sang ayah – sudah memiliki Asuransi Jiwa, tentulah secara materi lebih meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Karena berada di rumah sakit tentulah menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Bisa saja sampai menghabiskan aset yang dimiliki.
Dengan demikian bila Anda sudah ber-Asuransi Jiwa dapat dikatakan Anda sudah memiliki Proteksi Income dan sudah merencanakan keuangan untuk masa depan keluarga sesuai perjanjian dengan penerbit polis asuransi jiwa.
Lihatlah senyuman anak-anak yang membutuhkan orang tuanya. Mereka perlu kehidupan, perlu sekolah, perlu biaya jika sampai sakit.
Produk asuransi yang bagus adalah yang mempunyai tujuan investasi dan jenjang kehidupan.
Kalau pendidikan, ya memang harus anak jadi yang utama. Oleh karena itu rider utk parrent payor sangat perlu karena proteksinya hingga usia anak 25 tahun.
Kematian tidak dilihat dari segi usia. Karena kita tidak pernah tahu rencana Tuhan. Jangan membuat statement bahwa makin tua maka akan cepat mati. itu SALAH!!
Jika anda berada di tengah-tengah, itu bukan sebaik2nya urusan. Pernahkah anda bayangkan sedang naik perahu namun ketika ditengah lautan perahu anda tidak dapat berjalan lagi? Apa yang mesti anda lakukan? Berenang? Menunggu bantuan? Berapa lama anda akan bertahan untu hidup di tengah lautan?
Tidak logis berpikiran spt itu. Jika anda merasa ragu, jangan pernah lakukan.
Kata pepatah dan bijak:
“SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN”
‘Masa depan itu tidak slalu lebih baik dari pada masa lalu, tapi persiapkanlah diri anda untuk hadapi masa depan, agar masa depan anda menjadi lebih baik dari pada masa lalu”
“Lebih baik kita dihargai dari pada kita dipuji”
“Sesungguhnya seseorang bisa disebut mandiri bukan lantaran ia sudah tidak lagi meminta, tapi lebih karena ia sudah bisa memberi harapan akan kembali diberi”
“Kesehatan selalu tampak lebih berharga setelah kita kehilangannya”
‘Do all the goods you can, All the best you can, In all times you can, In all places you can, For all the creatures you can.”
‘Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik”
“Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan, tetapi keikutsertaan”
“Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak”
“Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan yang sangat buruk”
Terima kasih
Read more: katabijak-cinta.blogspot.com